19 Mei 2012

TUHAN ITU CURANG


Tak sadar, dengan seratus perak yang kulemparkan pada pengemis jalanan
Ku harap Tuhan mencatatnya sebagai kebaikan
Dalam buku sedekah dengan namaku di sampul depan
Tak sadar dengan sepuluh ribu yang (tak ikhlas) kuberikan aku berharap dapat balasan
Berkali lipat seperti yang Ia janjikan

Satu ketika  sedekahku kutimbang-timbang
Aku merasa tak senang
Kataku Tuhan itu CURANG
Ya C-U-R-A-N-G
Curang!
Aku tidak mendapatkan balasan setimpal
Justru kesukaran dan kepedihan kudapatkan
Aku berteriak lantang pada Tuhan ,”Kenapa?!”

Tenang Tuhan memberi jawaban
Lewat rintik hujan yang menderas kencang
Tunggang langgang aku mencari pohon rindang
Sembari mengumpat panjang lebar

Lalu sayup-sayup kudengar desau angin mengabarkan ,”Tuhanmu telah memberi balasan dengan berbagai jalan. Bahkan lewat hujan barusan. Tetapi engkau tidak sadar. Pikirmu hanya harta dan kekayaan yang kau inginkan. Padahal hujan ini nikmat tiada tara setelah berbulan-bulan kekeringan.
Tak hanya tidak bersyukur, kau bahkan mengumpati Tuhan.
Cobalan sesekali kau belajar berhitung secara benar. Benarkah Tuhan curang. Jika ya mengapa Tuhan memberikanmu oksigen gratisan?
Anggap saja harga oksigen Rp 25.000,00/liter. Jika kebutuhanmu  dalam sehari kira-kira 2880 liter. Hitung saja berapa habisnya selama sebulan, setahun atau sepanjang hayat dikandung badan.
Andai Tuhan memang curang, mengapa engkau diberi kesehatan? Tak perlu bayar, bahkan tidak hitung-hitungan. Bila satu ketika kau bertandang ke rumah sakit, menjenguk kerabat atau handai taulan yang sakit, tanyakan padanya berapa biaya  mereka habiskan agar sehat kembali?

Sekarang aku bertanya padamu,”Siapakah yang curang? Kau atau Dia?”

Ternganga
Aku tak bisa berkata
Tuhan memberi terlalu banyak
Sedang balasanku seujung kuku saja tidak

06:39 190512

pic : taken from snappyneema.tumblr.com

05 Mei 2012

TANPAMU, AKU BUTIRAN DEBU



Aku suka duduk di dekat-Mu, curhat denganmu diantara duduk santai itu.
Kadang-kadang aku berpikir, kurasa terlampau banyak keluhanku.
Bukankah aku punya kaki, tangan, dan pikiran?
Akulah yang harus bergerak, dan membuat mukjizatku sendiri,
Tidak cuma menunggu-Mu, CEO nomer satu seluruh jagad untuk mengabulkan doaku.

Aku suka bicara pada-Mu.
Seolah-olah hanya Kau sahabat terbaikku.
Tapi bukankah begitu? Kau adalah sahabat terbaikku?
Yang suka mengingatkanku saat aku melakukan kesalahan
Mengajariku berbagai pengetahuan.
Lewat isyarat alam dan orang-orang yang kau datangkan.

Jika suatu hari lembar-lembar kisah hidupku berhenti di satu tikungan jalan
Kau tahu apa yang kuharapkan?
Satu saja, semoga segala hal yang Kau pinjamkan bisa kupertanggungjawabkan.


Tuhanku tanpa-Mu :
“Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
Aku tanpa-Mu butiran debu”


Last sentence is taken from the lyrics of Butiran Debu (Rumor)

pic : taken from www.muslimvoices.org

03 April 2012

CANTIK




Sama sekali tidak cantik!
Katamu terus terang di hadapanku. Aku tersenyum lucu. Memang betul itu. Aku tidak cantik, sebab untuk jadi cantik itu tidak gampang, meski tidak sulit juga.
Kau harus selalu tersenyum lebar setiap kali menemukan kesulitan. Belajar tanpa make up di depan orang, bersikap wajar apa adanya tanpa diberi pemanis buatan. Menjaga mulut  dari memperbincangkan hal yang bukan-bukan. Pun mata dari segala pandang yang menyeret kita dalam kesesatan.

Gendut banget! Enggak langsing! Siapa yang mau dengan kamu?
Sekali lagi kau mencela aku. Terima kasih telah kau katakan itu. Sebab itu mengingatkanku pada usahaku untuk menjadi langsing yang selalu gagal itu. Banyak sekali excuse yang membuatku melenceng dari tujuan awal melangsingkan badan. Bukan sembarang melangsingkan tapi mengekang hawa nafsu pada keduniaan, pada berderet-deret iming-iming keindahan dan gemerlap hingga tak peduli bagaimana seharusnya aku bertindak.

Kamu takkan pernah jadi cantik! Begitu kau katakan.
Ah, siapa bilang? Aku ini cantik sejak aku dilahirkan. Cantik dengan segala kekurangan dan kelebihan. Asli, tanpa polesan. Begitu adanya, sejak Tuhan memberikan.

Kau sama sekali tak sempurna! Katamu untuk kesekian kalinya.
Kau salah, aku sangat sempurna. Aku punya dua mata, satu hidung, satu mulut, dan dua telinga. Tangan dan kaki yang berfungsi semua. Organ tubuhku begitu juga. Tidak kurang satu apa. Lalu sisi mana yang tidak sempurna?

Justru kau itu yang tidak sempurna, karena bisanya hanya mencela. Jika memang kau tahu apa itu sempurna, bisakah kau membikin satu saja manusia seperti yang Tuhan cipta? Kurasa kau akan mati sebelum bisa melakukannya.
Hweeek!

Dan aku meninggalkannya, tercengang-cengang ditempat duduknya. Melenggang dengan kebanggaan luar biasa sembari berkata ,”Terima kasih Tuhan, kau jadikan aku cantik dan sempurna sesuai porsinya.”


Back song : Beautiful (Cherry Belle), Faces Of Heart (Dave Koz)

pic: www.thedirtfloor.com